6 Fakta Vaksinasi Covid

Written by Iggy on June 21, 2020 in Efek dari vaksin Covid with no comments.

Hasil yang ingin dicapai dengan pembuatan dan pemberian vaksin COVID-19 adalah penurunan angka kasus positif dan kematian akibat COVID-19, serta terbentuknya herd immunity. Dengan begitu, dampak ekonomi dan sosial akibat wabah ini juga dapat diminimalkan. Tahap studi praklinis dilakukan dengan memberikan vaksin ke hewan percobaan untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya. Pada tahap ini, peneliti juga akan mengkaji apakah vaksin menimbulkan efek samping tertentu. Untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, vaksin harus melalui penelitian dan lulus uji klinis yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Saat ini, vaksin COVID-19 tengah didistribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Karena itu, vaksinasi terhadap flu sangat diperlukan, terutama untuk orang-orang yang mempunyai faktor risiko yang tinggi, misalnya lansia atau orang dengan gangguan paru. Karena virus-virus penyebab influenza mudah bermutasi dan kemudian tidak dikenali oleh sistem pertahanan tubuh, maka vaksin flu harus diulang setiap tahun. Jika mereka yang mendapat vaksin Covid-19 jauh lebih sedikit mengalami sakit dibandingkan dengan mereka yang mendapat vaksin kosong dan secara statistik perbedaannya signifikan, maka vaksin tersebut efektif dalam situasi penelitian. Pihaknya juga menuturkan bahwa semua varian Covid-19 dapat dikontrol dengan tindakan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat yang berlaku saat ini.

Pentingnya menunggu hasil akhir uji klinis juga dapat terlihat dari beberapa contoh, salah satunya efikasi vaksin COVID-19 milik Pfizer. Ia menjelaskan dari total sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia sebanyak 181,5 juta, hingga saat ini pemerintah sudah menyuntikkan 22,5 juta dosis. Dari jumlah tersebut 13,6 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, di mana baru eight,8 juta orang yang baru mendapatkan vaksinasi dengan dua dosis atau dosis lengkap, atau baru lima persen dari goal sasaran. Sedangkan, vaksin produk Pfizer-BioNTech dan Moderna menunjukkan tes pada serum pasien dengan infeksi virus varian B1351 memproduksi hanya sekitar 66 persen antibodi jika dibandingkan pada virus varian awal.

“Dari situ kita bisa tahu kapan bisa diulang, karena tidak akan mungkin ini akan kebal seumur hidup. Sebab jenis kumannya ini kan kayak influenza selalu berubah, dan vaksin influenza kan setiap tahun diulang,” ujarnya. Meskipun masih tinggi, antibodi yang muncul seusai penyuntikan vaksin tersebut tidaklah bisa bertahan selamanya. Karenanya pengukuran kadar antibodi oleh tim riset terus dilakukan untuk mengetahui berapa lama antibodi dapat bertahan. Penelitian ini dilakukan dengan menguji antibodi Covid-19 pada lebih dari 9.500 penduduk yang tinggal di 13 distrik setelah lockdown dicabut. Tes sampel darah lanjutan juga dilakukan pada Juni serta antara Oktober dan Desember 2020 untuk memeriksa apakah antibodi tersebut masih ada dalam tubuh atau tidak.

Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, vaksin COVID-19 merupakan langkah paling efektif yang membantu melindungi semua orang dari virus mematikan ini. Sangat regular jika tubuh menunjukkan efek samping atau KIPI setelah menerima vaksin, seperti demam, pusing, atau nyeri di space suntik. Pfizer dan BioNTech minggu ini mengumumkan vaksin COVID-19 mereka memiliki tingkat efektivitas hingga ninety five persen.

Namun, seiring dengan selesainya uji klinis Vaksin Sinovac di Brazil dan Turki yang mana turut melibatkan responden lansia, BPOM dan Kemenkes pun turut mengevaluasi kebijakan pemberian Vaksin Sinovac untuk lansia. Vaksinasi adalah pemberian vaksin yang dapat merangsang pembentukan imunitas sistem imun di dalam tubuh. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang sangat handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Dengan prosedur vaksinasi yang benar diharapkan akan di peroleh kekebalan yang optimal, penyuntikan yang aman dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang minimal. Hanya saja, dikarenakan virus corona terus melakukan mutasi, maka diharapkan vaksinasi di seluruh dunia bisa diselesaikan lebih cepat.

Pemerintah Chile mengatakan knowledge dalam studi ini seharusnya membuktikan perubahan dari vaksin secara lebih luas. Sampai akhir tahun lalu, berdasarkan knowledge interim uji coba fase ketiga, vaksin Sinopharm diklaim memiliki efektivitas 79,34% dalam melawan paparan virus Covid-19. Vaksin ini sudah disuntikkan pada kurang lebih 1 juta orang di China kendati pengujian tahap akhir belum selesai. Sebelumnya, vaksin ini juga hanya digunakan untuk para pejabat China, pelajar dan pekerja yang bepergian. Dari penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan dan berdasarkan data dari uji klinis, efikasi vaksin ini di Indonesia 65,3 persen.

Apa vaksin covid efektif

Hasil tersebut telah memenuhi persyaratan WHO dengan minimal efikasi vaksin adalah 50%. “Efikasi vaksin sebesar 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3%,” ujar Kepala Badan POM. “Secara internasional, kebijakan EUA ini selaras dengan panduan WHO, yang menyebutkan bahwa EUA dapat ditetapkan dengan beberapa kriteria. Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh Pemerintah. JAKARTA, iNews.id – Beberapa hari terakhir publik di Indonesia digegerkan oleh laporan Al Jazeera yang menyebutkan vaksin Sinovac asal China memiliki efektivitas terhadap imunitas tubuh paling rendah dibandingkan 10 jenis vaksin siap edar. Selain itu, laporan yang bersumber dari information Reuters dan Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan dari 20 negara, Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara yang memesan vaksin Sinovac.

Sehingga, tidak ada efek samping yang sangat serius sejauh uji klinik dilakukan. Ada pula vaksin COVID-19 yang dikembangkan menggunakan pendekatan baru yang disebut vaksin messenger RNA, atau mRNA. Berbeda dengan penyuntikan antigen , vaksin mRNA memberikan kode genetik yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh kita untuk menghasilkan antigen sendiri. Vaksin mRNA tidak mengandung virus yang masih aktif dan tidak akan mengganggu DNA manusia. JAKARTA, KOMPAS — Riset dan uji klinis vaksin Covid-19 menunjukkan kemajuan signifikan. Meskipun demikian, vaksin yang efektif diperkirakan tidak akan tersedia untuk masyarakat umum sebelum September 2021 atau setahun mendatang.

Agar tak salah paham, simak penjelasan seputar efikasi vaksin COVID-19 berikut ini. Namun, uji klinis skala besar dilakukan di tempat-tempat varian beredar, seperti Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Vaksin Johnson & Johnson adalah vaksin COVID-19 ketiga yang diizinkan untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat. Seperti vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin Moderna telah diizinkan untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat.

Comments are closed.