Kemenkes Sambut Baik Vaksin Astrazeneca Ctmav 547 Boleh Dipakai Lagi

Written by Iggy on July 1, 2020 in Efek dari vaksin Covid with no comments.

Namun demikian, jika sudah menggunakan vaksin AstraZeneca pada suntikan pertama dan tidak mengalami masalah apapun, disarankan untuk meneruskan suntikan kedua dengan vaksin Astra Zeneca lagi. Badan pengawas obat dan makanan – BPOM, menilai efek samping pembekuan darah di otak yang ditemukan otoritas Denmark sebagai kejadian sangat jarang terjadi. Efek samping yang dilaporkan ringan hingga sedang, seperti nyeri saat ditekan , kemerahan, gatal, hingga pembengkakan. Sementara reaksi sistemik, efek sampingnya seperti, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, dan muntah. “Jadi bagi para sasaran yang sudah dilakukan vaksinasi dibekali obat antigenetik, turun panas atau mengurangi pegal-pegal tadi.

Otoritas Kesehatan Austria mengambil keputusan itu usai menerima laporan kematian perempuan usia 49 tahun akibat gangguan koagulasi yang parah. Selain itu, kasus emboli paru yang membuat seorang perempuan usia 35 tahun yang harus dirawat di RS. Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit.

Tujuan lain untuk mempercepat penanggulangan covid-19 di Provinsi Bengkulu,” ujar Kabbidokkes Polda Bengkulu, Kombes Pol dr I Gusti Agung Ayu Diah Yamini Darsika SP THT-KL. Pasalnya, WHO dan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 juga turut menjelaskan bahwa tubuh yang bugar dan terhidrasi dengan baik menjadi syarat utama dalam menerima vaksin. Hal tersebut dapat membantu meminimalisir efek samping ringan dari vaksin. Le Minerale berkomitmen untuk mengajak masyarakat hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, Le Minerale turut mendukung program vaksinasi dengan membagikan air mineral berkualitas kepada para peserta vaksin.

Efek dari vaksin ini berupa nyeri, hangat, gatal maupun memar di space suntikan, sakit kepala, tidak enak badan, tubuh terasa lelah, nyeri otot dan sendi, muntah, demam, diare, menggigil hingga gejala flu. Di Buleleng, khususnya di Banjar Dinas Lalanglinggah, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, salah seorang warga mengalami KIPI atau Kegiatan Ikutan Paska Imunisasi. Inggris memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca yang unsur aktifnya disebut AZD 1222. Berbeda dengan dua vaksin yang pertama mendapat izin, vaksin buatan perusahaan Inggris/Swedia ini adalah vaksin vektor yang dikembangkan dari virus flu simpanse yang dilemahkan. Sejauh ini belum ada efek samping vaksin yang dilaporkan, selain reaksi regular yang khas.

Merespons hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan selaku instansi yang memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 di Indonesia melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Rusia sudah izinkan vaksin Sputnik V buatan pusat riset Gamaleja di Moskow, Agustus 2020. Walau kontroversial, ratusan ribu orang di Rusia, Belarus, India, Brasil, UAE dan Argentina telah divaksin Sputnik V. Tidak ada laporan resmi mengenai efek samping. Komite keamanan EMA dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa “pembekuan darah yang tidak biasa dengan trombosit darah rendah harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka.” Regulator Eropa menyimpulkan efek samping vaksin AstraZenaca bukanlah alasan untuk meragukan keamanannya.

Namun dari proses pengujian yang dilakukan BPOM, efek samping berat hanya terjadi sekitar zero,1 hingga 1 persen usai disuntikkan ke dalam tubuh seseorang. Yang menarik dari kasus pembekuan darah yang terjadi pada penggunaan vaksin ini di Eropa, sebagian besar terjadi pada usia muda , bahkan di bawah 30 tahunan, dan kebanyakan adalah wanita. Karena itu, di Inggris, badan otoritas setempat merekomendasikan bagi mereka yang berusia di bawah forty tahun untuk menggunakan vaksin selain AstraZeneca.

Hingga saat ini, vaksinasi COVID-19 di Indonesia sedang gencar dilakukan. Kendati menjadi sebuah langkah yang baik untuk mengendalikan pandemi, namun beberapa orang mengeluhkan efek samping usai menerima vaksin. Dr Raine mengatakan siapa pun yang memiliki gejala empat hari setelah vaksinasi harus segera datang untuk meminta nasihat medis secepatnya. Pihak berwajib Australia juga mengatakan kondisi lima orang yang sempat masuk rumah sakit karena pembekuan darah sudah membaik sehingga boleh pulang. Tetapi, penyelidikan European Medicines Agency menunjukkan risiko pembekuan darah setelah suntik vaksin AstraZeneca itu sangat rendah.

Efek dari vaksin Astra

“Bahwa gangguan pembekuan darah sebetulnya secara alami cukup tinggi, dan dengan adanya vaksinasi tidak menambah. Kalau dia disebabkan oleh vaksin pasti angka kejadiannya akan naik, ini tidak terjadi, kemudian bagaimana pun juga kita harus pantau hal ini, kita harus berhati-hati memantau secara serius, berkala. Pemerintah menemukan kejadian ikutan pasca imunisasi dalam pemberian COVID-19 buatan AstraZeneca masih tergolong ringan.

Comments are closed.