Menakar Upaya Pemerintah Hadirkan Vaksin Yang Aman Dan Efektif

Written by Iggy on July 24, 2020 in Efek dari vaksin Covid with no comments.

Selain itu, prioritas pemberian vaksin kepada lansia juga tetap harus dilakukan. 30 Januari, WHO menyatakan virus corona jenis baru sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional. Yang pertama kita sudah mengetahui sejarah SARS dan MERS, dan bahwa protein pada selubung virus bisa menjadi sasaran yang bagus untuk imunisasi.

Melalui segenap dukungan ini, para ilmuwan dapat mengembangkan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif dengan amat cepat. Namun demikian, semua prosedur dan peraturan keamanan yang ketat tetap dipatuhi. Pengembangan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif adalah langkah penting dalam upaya international untuk mengakhiri pandemi, agar masyarakat dapat kembali berkegiatan seperti biasa dan bertemu dengan keluarga serta kerabat tercinta. Berikut ini adalah rumah sakit yang menjadi rujukan untuk pasien dengan status Pasien dalam Pengawasan. Anda harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu seperti klinik/rumah sakit umum sebelum akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit khusus di bawah ini. Di Indonesia, Bio Farma dan anak perusahaannya mendapat mandat untuk melakukan pengadaan, pengemasan, dan distribusi vaksin Covid-19.

Selanjutnya, vaksin akan diajukan untuk persetujuan penggunaan dan peredaran. Regulator akan mengkaji kualitas, keamanan, dan efikasi vaksin setelah mempelajari data-data uji klinik. Efikasi merupakan langkah observasi untuk mengetahui besaran daya perlindungan vaksin terhadap infeksi. Beberapa vaksin juga mengandung bahan pembantu untuk meningkatkan respons imunitas terhadap vaksin, misalkan sejumlah kecil garam aluminium.

Vaksin dapat menangani Covid

“Setelah dosis pertama, dibutuhkan sekitar satu minggu bagi tubuh untuk mengembangkan beberapa respon antibodi,” ucap spesialis paru Jafar Abunasser. Selain itu, pemberian vaksin Covid 19 tidak cukup hanya sekali suntikan saja. Oleh karena itu, masyarakat – baik yang sudah mendapatkan vaksin atau belum – diharapkan tetap menerapkan protokal kesehatan untuk menekan kasus positif Covid 19. Pasalnya, perlu waktu agar vaksin bisa bekerja untuk menciptakan antibodi melawan Covid-19 ini. Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan 16 laboratorium lainnya yang ada di Indonesia.

“Secara internasional, kebijakan EUA ini selaras dengan panduan WHO, yang menyebutkan bahwa EUA dapat ditetapkan dengan beberapa kriteria. Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh Pemerintah. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa penerapan EUA ini dilakukan oleh semua otoritas regulatori obat di seluruh dunia untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini. Dengan kondisi tersebut, Budi meminta kepada seluruh kepala daerah untuk dapat bersegera mempercepat program vaksinasi di daerah mereka masing-masing.

Namun menurut pejabat kesehatan masyarakat temuan itu masih perlu dikonfirmasi. Orang yang divaksinasi memiliki lebih sedikit virus di dalam tubuhnya jika mereka terinfeksi, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak dapat menularkan virus kepada orang lain. Seperti yang sering dikatakan para ahli penyakit menular, yang dibutuhkan hanyalah satu virus untuk menyebabkan infeksi. Itulah mengapa pejabat kesehatan masyarakat pernah mengatakan walaupun Anda telah divaksinasi, Anda tak bisa melepaskan masker atau bisa langsung mengadakan pesta dengan teman atau keluarga Anda yang telah divaksin. Itu tak akan terjadi sampai para peneliti menyelesaikan penelitiannya terkait vaksin, yang memerlukan waktu beberapa bulan lagi, untuk menentukan bagaimana suntikan vaksin menghentikan virus melompat dari orang yang telah divaksin ke orang lain.

Hanya ada satu kontraindikasi, sehingga menyebabkan tidak boleh diberikan, yaitu apabila orang tersebut alergi pada bahan pembuatan vaksin. Namun, pada saat ini memang tidak semua orang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Mereka kemudian membuat mannequin untuk memperkirakan vaksin menurunkan jumlah virus dari 1,5 hingga 20 kali di antara orang-orang yang tertular dan kemudian terinfeksi. Namun, mereka mengukur jumlah virus pada orang, atau viral load, dan bukan tingkat penularan yang sebenarnya dari satu orang ke orang lain. Jadi, pastikan untuk selalu mempertahankan daya tahan tubuh Anda, baik sembari menunggu giliran untuk diberikan vaksin maupun setelahnya.

Comments are closed.