Vaksinasi Lansia, Begini Pengaturannya

Written by Iggy on July 20, 2020 in Efek dari vaksin Covid with no comments.

Menurut dr. Iqbal, vaksin Sinovac belum dapat diberikan pada lansia yang mengalami hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kronis, serangan jantung, gagal jantung , nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke ataupun gagal ginjal. Menjelang pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas pada Juli 2021, prioritas vaksinasi kini juga diberikan pada para guru dan tenaga pendidik. Beberapa lokasi vaksinasi sudah melayani vaksinasi guru, baik secara kolektif maupun individual. Pada 5 Februari 2021 kemarin, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari. Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19.

Pemerintah juga telah melakukan beragam upaya untuk memacu vaksinasi kepada lansia. Pasalnya, Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan, bahwa lansia harus divaksin, karena 12 persen kasus Covid-19 terjadi pada lansia. PVC-13 diberikan mulai usia 50 tahun ke atas, sementara PPSV23 diberikan mulai usia 60 tahun ke atas. Tak hanya itu, mereka yang berencana untuk menunaikan haji pun perlu mendapatkan vaksin tersebut. Ada dua tipe vaksin untuk lansia guna mencegahpneumonia, yaitu pneumokokal konjugat 13-valent (PVC-13), dan pneumokokal polisakarida .

Vaksin bagi lansia

Untuk meningkatkan vaksinasi lansia di bumi reyog, Dinkes akan gencar melakukan sosialisasi vaksinasi khusus lansia. Bahkan ada program menarik untuk masyarakat yang saat ini ingin vaksinasi, meski mereka belum waktunya vaksinasi. Seperti vaksinasi perangkat desa, sang perangkat ini harus bisa membawa 1 lansia untuk dilakukan vaksinasi.

Saya yakin vaksinasi ini akan membuat kita, khususnya lansia, terhindar dari penyakit Covid-19,” ujar Pensiunan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri ini. Artinya apabila tubuh lansia terpapar virus, respon tubuh dalam membentuk antibodi terjadi lebih lama daripada usia produktif. Melalui riset yang telah dilakukan, maka Kemenkes menerbitkan peraturan khusus bagi lansia, yakni suntikan booster dilakukan setelah 28 hari suntikan pertama,” ujarnya. “Suntikan pertama baru membentuk antibodi tetapi belum yang protektif. Antibodi terbentuk sudah mengenak virus yang masuk dalam tubuh melalui vaksin kemudian perlahan meningkat,” ujarnya.

Untuk pendaftaran lansia ada dua mekanisme, Pertama melalui web site , di bagian pengumuman bisa langsung melakukan pendaftaran. Menurut Konsultan Alergi Imunologi di RSCM/FKUI itu, lansia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi dan rentang waktu untuk pemberian vaksin kedua 0-14 hari setelah vaksinasi COVID-19 pertama dinilai belum cukup. Di samping itu, manajemen risiko harus direncanakan dengan sebaik-baiknya sebagai langkah antipasti mitigasi risiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah pemberian vaksin.

Lebih lanjut, lansia dengan penyakit komorbid terkendali bisa mendapatkan vaksin. Kasus reaksi parah terhadap vaksinasi influenza sangat jarang terjadi, begitu juga dengan jenis vaksin hepatitis B, vaksin pneumococcal, dan vaksin herpes zoster. “Kalau status gizinya baik dan pola hidupnya sehat, kekebalan tubuh lansia akan semakin kuat sehingga vaksin influenza untuk lansia menjadi lebih efektif,” jelasnya dalam wawancara bersama tim Hello Sehat. Pada dasarnya, tidak ada syarat spesifik bagi lansia untuk memperoleh vaksin influenza.

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat lanjut usia , menjadi penerima vaksinasi Covid-19 prioritas tahap II. Saat ini Kementerian Kesehatan telah membuka pendaftaran, maka masyarakat Lansia harus memperhatikan langkah-langkah untuk mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19. Namun, mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi, maka pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Kelompok lansia cenderung memiliki berbagai penyakit penyerta atau komorbid yang harus diperhatikan dalam penggunaan vaksin ini. “Oleh karena itu, proses skrining menjadi sangat kritikal sebelum dokter memutuskan untuk memberikan persetujuan vaksinasi,” tegas Kepala Badan POM. Menurut Konsultan Alergi Imunologi di RSCM/FKUI itu, lansia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi dan rentang waktu untuk pemberian vaksin kedua 0-14 hari setelah vaksinasi Covid—19 pertama dinilai belum cukup.

Comments are closed.