Vaksinasi Tahap Kedua Untuk Lansia Mulai Tertata Dan Lancar

Written by Iggy on July 21, 2020 in Efek dari vaksin Covid with no comments.

Jika sudah berumur diatas ninety tahun maka sudah masuk kategori tereliminasi. Mengacu angka kematian akibat Covid-19 pada umumnya, terjadi pada kelompok usia lanjut . Maka kelompok populasi ini turut menjadi prioritas untuk memperoleh hak akses vaksin yang sama. Pasalnya, terdapat beberapa penyakit bawaan yang membuat lansia tidak dapat menerima vaksin Covid-19.

Hal itu dilakukan paralel untuk pendataan masyarakat dengan usia di atas 60 tahun. Risiko berdampak parah bagi lansia yang terkena Covid-19 menjadi faktor pemberian prioritas. Walaupun whole lansia seluruh orang Indonesia yang pernah terpapar Covid-19 hanya 10%. “Kami di NU sudah mengadakan survei dengan LSI di 2017, ada sekitar 9 jutaan anggota NU yang lansia.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Herwin Meifendi mengatakan, sosialisasi dilakukan meliputi mekanisme pendaftaran hingga teknis pelaksanaan vaksinasi. “Untuk peserta yang masuk tahap dua tetapi belum terdaftar, masih bisa melakukan pendaftaran. Bagi Anda warga Bandung, bisa mendaftar melalui link Bandung.kemkes.go.id.

“Kalau hari ini ada 141 lansia yang disuntik vaksin. Sebelumnya Tiga hari lalu pendaftaran kita trial. Perbaikan terus berjalan. Setelah terdaftar, kami kirim ke Kemenkes, selanjutnya kami panggil mereka untuk divaksin,” papar Hargiyanto. Sebelum vaksinasi, warga dihimbau mendaftarkan keluarganya yang lansia untuk ikut vaksinasi melalui web site resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. Setelah itu lansia akan menerima SMS notifikasi dan penjadwalan vaksinasi beserta lokasi Fasilitas Kesehatannya. “Sejauh ini untuk lansia diprioritaskan karena risiko bagi lansia yang terpapar Covid-19 lebih tinggi dibandingkan selain dari tenaga kesehatan,” ungkap Bupati. Selama menjalani proses skrining, lansia wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan menerapkan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi maupun interaksi. Pastikan juga lansia telah melakukan pendaftaran dengan dua pilihan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendapatkan vaksinasi.

Begitu urusan administrasi dan pengecekan kesehatan beres, mereka langsung divaksinasi. “Cepat. Hanya beberapa detik. Tidak sakit,” kata Ibu tadi menirukan ayahnya. Begitu selesai, mereka diminta menunggu sekitar setengah jam untuk observasi. “Dalam penerapan vaksinasi, perlu dilakukan beberapa tahap pemeriksaan dan riwayat penyakit sebelumnya. Untuk individu dengan penyakit kronis diperlukan evaluasi lanjutan,” kata Dokter Sherrvy Eva Wijayaningrum M. Biomed,Sp.PD, dari Siloam Hospitals Jember, dikutip Selasa 23 Februari 2021. Yaitu sebanyak 2 dosis suntikan dan untuk dosis vaksin kedua ini diberikan dalam selang waktu 28 hari sejak dosis pertama disuntikkan.

Vaksin bagi lansia

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Windu Purnomo menilai keputusan BPOM memberikan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 bagi lansia sudah tepat. Menurutnya, program vaksinasi yang bertujuan untuk mengendalikan pandemi memang seharusnya memiliki prioritas, apalagi vaksin yang digunakan tidak bisa diperoleh secara serempak. Bahrain menjadi negara di kawasan Teluk berikutnya yang mencatatkan kuota tinggi vaksinasi corona dengan 17,8 per 100 orang. Registrasi vaksinasi di negara kecil berpenduduk sekitar 1,6 juta orang itu dilakukan menggunakan aplikasi cell. Vaksinasi menggunakan dua jenis vaksin dalam program ini, yakni vaksin buatan Sinopharm dan buatan BioNTech-Pfizer.

BANDUNG, iNews.id – Jika Anda lansia atau memiliki keluarga lansia yang belum terdaftar pada program vaksinasi, ada baiknya Anda melakukan pendaftaran secara mandiri. Berlin kini mendapat tekanan dari para pakar dan politisi karena dianggap tak mengamankan cukup dosis vaksin virus corona untuk program vaksinasinya. Dalam konteks pandemi COVID-19, ada dua prioritas pertama yang harus divaksinasi menurut Windu.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu. Hal itu desababkan karena lansia kerap menjadi sasaran virus Covid-19 karena kondisi fisik yang mulai melemah. Ia menyontohkan penyakit yang diderita lansia seperti hipertensi, gula darah. Kemudian, dia melanjutkan, jika memiliki penyakit kronik misalnya pernah operasi jantung, kemudian penyandang kanker juga harus dipastikan kondisinya terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa mendapatkan vaksinasi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa pemerintah telah membuat petunjuk teknis untuk melakukan skrining vaksinasi bagi kelompok senja ini. Pertama adalah lima pertanyaan yang harus dijawab dan tidak boleh lebih dari tiga pertanyaan yang jawabannya ya jika ingin mendapatkan vaksinasi.

Windu memprediksi vaksinasi di Indonesia bisa rampung paling cepat dalam waktu 1,5 – 3 tahun. Prof Iris yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia mengaku belum disuntik vaksin karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium menyusul penyakit penyerta yang ia miliki. “kita menginginkan 33 juta lansia yang akan datang di 5 tahun ke dapan bisa hidup sehat, persiapan yg dilakukan adalah mempersiapkan pra lansia,” kata Dante.

Comments are closed.